Thursday, February 14, 2013

Problematiika Menulis Part #4

Masalah 
1. Bagaimana memilih ide 
2. Bagaimana agar karyaku dikenal 

Solusi 
Ini pernah aku sampaikan sewaktu LARUT (Latihan Rutin) di KPP dahulu. Terdapat 4 tahapannya. Namun ini sebatas pemahamanku, dan belum tentu benar. Untuk itu, mohon masukan ya apabila salah. 

4 tahab tersebut adalah... 

1. Tahap berpikir mau apa 
Lalu ada 3 hal besar di sini 


a. Berpikir mau menulis apa; harus sejalan dgn cita-cita. Misal menulis novel, cerpen, berita, dll. Kelak, aku pengin jadi penulis apa sih? Nonel, puisi, lagu, skenario, berita, atau apa...? Nah, ini mesti dijawab. 

b. Berpikir mau menulis apa; harus sejalan dgn keahlian. Apabila keseharianmu di bengkel, memilih menulis tentang kesehatan jantung? Ini agak lugu. Masa ahli mesin menerapkan ilmunya pada organ tubuh manusia? Yang kesehariannya memagang palu dan gergaji, mau mencoba di tubuh manusia? Kalau aku membayangkannya saja merasakan ngeri. Oya mungkin bisa sih, tapi itu bukanlah keahlianmu. Kamu akan kesulitan menuliskan hal itu tanpa adanya keahliany yang mumpuni. 

C. Berpikir mau menulis apa; harus sejalan dgn keinginan. Misal ingin menulis karya ilmiyah, tapi malah menulis novel. Menulis hal yang tak diinginkan. Bisa saja terdapat unsur keterpaksaan di sini. Maka ini kurang baik untuk dilakukan menurutku. Menulislah sesuai keinginan; agar kau juga enjoy untuk menuliskannya. 

2. Mulailah mencari bahan 
Setelah kau temui pikiran yang tepat akan menulis apa, aku ilustrasikan menulis buku bertema cinta yang islami begitu ya, maka tahapan selanjutnya adalah lakukan riset (cari bahan untuk ditulis, dibagikan). Pusatkan perhatian pada tema besarmu. Jika mendapati bahan tak sesuai dgn tema, pinggirkanlah dahulu. Hari ini kau harus betul-betul fokus pada tema itu. 

3. Memilih ciri khas
Wah! Kayaknya serem yah? Tapi tudak kok. Hanya judulnya saja yang mainsteam, he he. Maksutnya begini Kawan... 
Kau sudah punya cita-cita menulis apa. Sudah tahu bentuk tulisanmu bagaimana. Langkah selanjutnya yaitu menjadikan hal itu sebagai ciri khas. 
Kang Abik punya ciri khas, menulis tentang cinta islami. Andrea Hirata, tentang cita-cita dan impian. Salim A Fillah dengan shirah nabawiyahnya. Asma Nadia, juga punya ciri khas, begitu juga penulis-penulis lain. Ciri khas, itu sangatlah penting. Jangan menulis banyak tema dan keahlian, sedapat mungkin. Dokter spesialis dengan dokter umum, mana yang lebih berpengaruh? Tentu saja dokter spesialis. 
Aku pernah menjumpai orang berobat di dokter umum bisa sembuh dalam waktu 4-5 hari, sedangkan berobat di dokter spesialis, ia bisa sembuh kurang lebih 2 hari saja. 
Ciri khas, peganglah kata kuci ini. 

4. Sampaikan kepada khalayak 
Tahap menulis sudah usai. Adalah tahapan penting nan sering dilupakan, adalah tentang personal branding. Menyampaikan karya diri. 

Ilustrasi sederhananya, coba kamu berstatus FB hanya tentang kesehatan saja. Lakukan berkesinambungan, 2-5 bulan. Jadi tiap saat hanya menulis tentang kesehatan, bukan tentang cinta maupun persahabatan. Lihatlah tanggapan orang-orang. Perkatan orang pastilah begini, "Wah sekarang udah jadi ahli kesehatan nih..." 
Betul tidak? Aku yakin itu. 
Maka aku jamin pula, barang siapa ada diantara kawan-kawanmu sedang sakit, jalan pertama yang dilakukan kawanmu itu adalah: bertanya padamu. "Aku sakit nih, tolong dong kasih aku saran bagaimana berobat yang benar..." 
Dari pernyataan tersebut, bisa kita ambil pelajaran bahwa, terjadilah kepercayaan. Ia percaya kau lah sang ahlinya, maka ia bertanya padamu. Padahal kau belum tentu bisa mengobati orang. Yang ia tahu, kau sering menulis status tentang kesehatan, jadinya yang ia tahu juga kau lah ahlinya. Dan kabar baiknya, setiap kenalanmu yang sakit, kemungkinan akan mendatangimu untuk berkonsultasi. Hei, aku juga mengalami hal ini! Tapi bukan tentang kesehatan... 

Pelajaran petikan kita, adalah personal branding, kabarkan kepada semua orang bahwa kau bisa ini. Bahwa kau punya tulisan ini. Apabila kalian ingin membaca apapun seputar kesehatan, otomatis mereka yang sudah tahu tentang keahlianmu dalam kesehatan, akan dengan sendirinya mendatangi kamu. Kami sudah menjadi kepercayaan mereka jika sudah begitu. 

Personal branding. Sampaikan pada semua orang kau punya ini dan itu. Tapi aku sekalipun tidak pernah menuliskan di sini: sombongkan keahlianmu pada orang-orang. 

Secara singkat: 
1. Berpikirlah mau apa 
2. Cari ilmunya 
3. Tentukan ciri khas 
4. Personal brandingkan 



__________________________


Oleh: Yuris Saputra 

Problematika Menulis Part #3


Masalah dalam menulis: 

'Aku sudah banyak belajar tentang kepenulisan. Tapi aku merasa malas ketika akan menulis. Jadi tak jadi menulis jadinya.' 


Solusi: 
Satu hal saja sebagai pertimbangannya, adalah soal niat kita. 


Sebaiknya jawab dahulu pertanyaan ini sebelum menulis... 

"Untuk apa aku menulis dan mengapa harus menulis?" 


Jika kamu bingung untuk menjawabnya, berarti memang ada somethink wrong pada niatmu. Sekali lagi, ada somethink wrong, ada sesuatu yang keliru. Maka cobalah sedikit demi sedikit memperbaiki niat dalam menulis ini ya... :) 
Bagaimana caranya? Hmm... Jawablah pertanyaan di atas dengan bersungguh-sungguh. "Untuk apa aku menulis dan mengapa harus menulis?" 



_________________
Oleh: Yuris Saputra

Latihan Obserfasi (Wawancara)





Gedung Utama, Taman Budaya, Yogyakarta

Silaturrahim ke Penulis




















Lokasi: Kediaman Bapak Darsan, S.Pd
Imogiri, Bantul, DIY

Kunjungan ke Penerbit


Lokasi: Kantor Penerbit Pro-U Media, Jogokariyan, Yogyakarta

Diskusi Anggota KPP


Lokasi: Masjid Syuhada, Kota Baru, Yogyakarta

Latihan Rutin Kepenulisan kelas "Pekan Pertama"



Lokasi : Gazebo, Taman Budaya, Yogyakarta

Habiburrahman El Shirazy


Motivasi Menulis oleh Habiburrahman El Shirazy

Penulis Novel: Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Cinta Suci Zahrana, Bumi Cinta

Hubungu Kami

Contact Form

Name

Email *

Message *