Wednesday, February 1, 2012

Bulan Menulis #2

PELAJAR,,yukk ikut..
Bulan Menulis #2 Komunitas Penulis Pelajar Smart Syuhada "Menebar Manfaat, Mewarnai Ummat"

Ahad, 12, 19, 26 Februari 2012
Tempat : Balai Bahasa Yogyakarta 
Pukul 07.30-selesai di setiap pekannya
Kontribusi 35rb untuk 3 pekan.
Fasilitas : Snack, Lunch, Modul, Sertifikat.

Peserta TERBATAS!
Pendaftaran, ketik nama_asal sekolah ke 0878 3864 5620
Pembayaran, langsung datang ke masjid Syuhada mulai tanggal 6-10 Februari pukul 13-17.00

Ayo ASAH kemampuan MENULISMU!!

Tentang Ide

       Ahad, 15 Januari 2012. Memulai hari dengan berpikir keras bagaimana nanti agenda rutin Komunitas Penulis Pelajar bisa terselenggara menarik. Menyiapkan segala kemungkinan. Segala sarana prasarana yang dibutuhkan. Selesai! Bismillah... segera menuju ke Masjid Syuhada. 

       Sampai di Masjid Syuhada, kami langsung mempersiapkan ruangan untuk latihan rutin. Supaya forum kecil kami makin efektif, kami mendesign kursi berbentuk lingkaran. Sehingga satu sama lain bisa saling memandang fokus dan memberi perhatian ketika salah seorang teman berpendapat. 

       Menjelang pukul 10.30 latihan rutin kami dimulai dengan membaca doa dan tilawah. Kedua hal tersebut merupakan agenda wajib dalam setiap kegiatan kami supaya kegiatan lebih barokah dan dicintai Allah. 

       "Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran" (Al Baqarah 186)

       Agenda dilanjutkan dengan sedikit pemaparan terkait ide menulis yang disampaikan oleh salah satu pengurus Komunitas Penulis Pelajar, Yuristianto Saputra. 

       Yuris mencuplik dari sebuah buku bertajuk 7 Keajaiban Rejeki. Terkait ide, menurut Yuris, ada 4 tempat keluarnya ide yang harus kita perhatikan. 

      Pertama, hati. Niat yang muncul dari hati yang bersih akan memunculkan kekuatan tersendiri dalam menulis. Minat dan bakat yang didukung dengan ketulusan hati dalam menulis merupakan modal penting bagi seorang penulis. Jika kita kekurangan ide dalam menulis, bisa coba dengan menjernihkan hati supaya ide kembali muncul dengan ikhlasnya.

       Kedua, otak. Otak merupakan sumber ilmu pengetahuan dan kecerdasan. Minat yang muncul dalam hati bisa coba dipikirkan dengan otak. Dipikirkan secara fokus dengan mencoba mencari tahu ilmu-ilmu yang terkait dengan tulisan yang sudah kita minati.

       Ketiga, Anggota Tubuh. Anggota Tubuh merupakan penggerak pena. Dalam rangka menggerakkan pena, kita dituntut untuk tegas dan dapat dipercaya bahwasannya yang akan kita tulis adalah sesuatu yang baik dan akan membaikkan orang lain. 

       Keempat, mulut. Mulut dapat juga diartikan sebagai "apa yang ingin kita sampaikan dalam tulisan kita?" Pilihannya ada dua, menyampaikan kebaikan ataukah keburukan? Karena istilah "mulutmu harimaumu" itu sangat benar. Apa yang kita tulis mencerminkan orang yang seperti apa kita ini. 

       Penjelasan singkat ini ditutup dengan penegasan ide ternyata juga bergantung pada kejernihan niat dalam hati yang tulus. Apa niat kita menulis? Sudahkah benar niat kita? jika belum benar, dan mengakibatkan kita sulit mendapatkan ide untuk menulis, cobalah untuk duduk tenang dan berpikir. Lalu, luruskan niat karena ingin berbagi kebaikan.. Kalau kita yakin, kita bisa! 

       Setelah sesi penjelasan singkat, sesi selanjutnya adalah mencoba menulis mendadak selama 7 menit. Dengan mengandalkan Hati, Otak, Anggota Tubuh dan Mulut, seluruh peserta mulai menulis. Berikut hasil tulisan keseluruhan peserta selama 7 menit saja. 


Yuristianto Saputra 

Judul: Menjadikan Pembaca Sahabat
            Di dalam ruangan aula bawah masjid Syuhada ini aku malah teringat dengan bacaanku waktu lalu. Judulnya adalah Kepemimpinan Sejati yang ditulis oleh John C. Maxwell. Nah, disana dituliskan dalam hokum ke-11, “Mengenai Hukum Berhubungan yang Baik”. Intinya adalah bagaimana seorang pembicara yang menyampaikan materinya dihadapan public dapat menyampaikan dengan baik sehingga disenangi oleh pendengar.
            Dalam kisah itu, Maxwell merangkumnya dalam satu kalimat yang menurutku sangat bagus. Yaitu, agar membuat pembaca terpengaruh sedemikian rupa adalah dengan memfokuskan pembicaraan pada satu orang saja. Dan, jadikan satu orang itu sebagai sahabat sejati.
            Mungkin dalam kasus kepenulisan, hokum ini juga berlaku. Kita tidak pernah tahu berapa banyak yang akan membaca tulisan kita. Jadi, karena ketidaktahuan itu, maka kita harus memusatkan perhatian pada apa yang kita tulis kepada satu sahabat atau satu pembaca saja. Sehingga apa yang kita tuliskan tidak terasa menghambar oleh pembaca.
            Beginilah yang semestinya harus dilakukan oleh penulis pemula. Mencari sahabat sejati dan menjadikannya seorang yang akan membaca tulisan kita. Karena dengan itulah, kita dapat menjadi diri kita sendiri. Tak aka nada kepura-puraan. Karena kita tidak mungkin berpura-pura terhadap sahabat kita. 

Arina Dina Hanifa
Judul: Cita-cita
            Ketika besar nanti, aku ingin jadi apa ya? Sejak kecil, cita-citaku selalu berubah-ubah. Sudah sering aku membaca atau mendengar tentang betapa pentingnya cita-cita. Aku pernah mendengar bahwa cita-cita itu memang sesuatu yang rumit. Kadang kelihatan, kadang tertutup. Kadang tampak begitu jelas dan meyakinkan. Kadang menimbulkan keraguan.
            Sekarang aku sudah kelas dua SMA. Seudah begitu banyak yang bertanya sejak kelas satu SMA kemarin. Ya guru, ya keluarga, ya teman. Sering juga orangtua bertanya, “kamu mau jadi apa?” atau “besok mau kuliah dimana?”. Aku selalu menjawab dengan jawaban yang berbeda. DUlu waktu TK aku ingin bisa membuat pesawat terbang seperti Pak Habibi. Waktu aku SD aku ingin jadi designer lah, arsitek lah, wartawan lah, atau apa. Waktu aku SMP aku ingin jadi psikolog. Sekarang aku sudah SMA. Semakin banyak saja yang bertanya aku mau jadi apa dan kuliah dimana. Aku pernah diberi nasehat, bahwa punya cita-cita itu sangat penting. Orang punya cita-cita saja belum tentu bisa meraihnya apalagi orang yang tidak punya cita-cita besok mau jadi apa.

Farisah Anindita 
Judul: Skeet Cerpen
            Namanya Sam Hyunsung dan Shin Yuri. Awalnya tidak saling kenal. Hyunsung cowok berusia awal 17 tahun yang tidak hanya pintar tapi juga kaya raya. Sayang, sebagai seorang anak diplomat, Hyunsung sangat jarang bertemu kedua orang tuanya. Hyunsung timbuh dewasa dan mandiri dengan sendirinya dan lahirlah sikap pemberontak dalam diri Hyunsung. Pengalaman masa lalunya membuat Hyunsung bertekad menjadi dokter di Universitas Seoul. Berkat kepandaian dan bakat besarnya sebagau fotografer, Hyunsung mendapat beasiswa dan sekolah gratis di Seoul. Hyunsung sangat menyukai music terutama gitar dan membuat lagu. Satu hal yang paling sering Hyunsung lakukan adalah bermain basket. Selain itu dia adalah tipikal pekerja keras, tanggung jawab dan suka segalanya begitu rapi. Hyunsung juga sering mendengarkan music saat belajar.
            Yuri, Shin Yuri. Anak yatim Piatu dan calon dokter terbaik Universitas Seoul. Sempat sekolah di Amerika dan hobi belanja dari penghasilannya sebagai pianis. Yuri tinggal di panti asuhan  dan itu membuatnya bersimpati pada anak-anak tanpa orang tua lainnya.
            Cerita akan bersambung menjadi ide novel.

Heri Hermanto 
Judul: Berolahraga Bagi Kesehatan
            Di dunia ini, dalam hal olahraga, ada banyak sekali ragamnya, dan kita berolahraga demi kesehatan. Ada olahraga ringan, ada pula pentas seni dan sebagainya. Maka, janganlah bermalas-malasan dalam hal olahraga.
            Berolahraga kata orang itu sepele tapi banyak yang pada akhirnya tidak melakukannya. Banyak yang akhirnya olahraga kecilpun tidak dilakukan. Padahal ada berita unik yang bercerita bahwa berolahraga sambil bernyanyi itu sangat baik bagi kesehatan karena membuat kita menjadi fresh.
            Ambilah contoh olahraga sepakbola. Setiap hari harus berlatih agar tubuh menjadi lentur dan stamina maksimal. Apalagi kalau dilakukan di lapangan yang hijau bersama sahabat.
            Terkadang tak menyangka masih saja ada yang mengatakan olahraga tidak ada gunanya. Itu salah, bahwa olahraga dalam kehidupan sehari-hari sangat bermanfaat bagi tubuh terutama bagi mereka yang sudah melahirkan dan kondisi lainnya. Berolahraga dapat menjadikan tubuh kita fit dan tidak mudah terserang penyakit.

Nur Fitriatus Sholihah           
Judul: Kecewa
            Apakah kalian pernah merasa kecewa? SAya rasa setiap manusia pernah mengalaminya. Kira-kira mengapa kekecewaan bisa terjadi? Saya teringat kepada pesan guru saya ketika pelajaran ilmu Kalam beberapa hari yang lalu. Ketika itu yang dibahas adalah tauhid pada masa Nabi Muhammad SAW dan Para Sahabat. Hal yang mengejutkan bagi saya adalah ketika guru saya menjelaskan tentang penyebab kekecewaan. Berdasar yang disampaikan beliau, kecewa disbabkan karena kita berharap pada makhluk Allah. Perlu digaris bahawai, “mahjluk Allah”. BUkankah kita selama ini sering melakukannya? Misalnya ketika kita janjian untuk bertemu di masjid dengan seorang teman, namun ia tak datang. BUkankah kita merasa kecewa? Hal lain akan kita temukan bila kita berharap kepada Allah. Hasilnya adalah Allah ridha dan aoa yang kita dapatkan akan lebih bisa kita terima dengan ikhlas.

Nur Isnaini Masyitoh 
Judul: Teori Maslow
            Mengapa setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda? Mengapa jika dilihat sekilas secara fisik ada orang yang tampak sangat terbuka, aktif, banyak bicara, bersemangat  dan selalu tampil di depan? Sedangkan, tak jarang ada orang yang cenderung diam dan tenang. Bukan hanya mungkin ia tak tahu apa-apa, kadang yang cukup mengejutkan, orang yang diam itu sesekali mendapat kesempatan berbicara atau menyampaikan suatu hal, ia justru menyampaikannya dengan luar biasa. Tak jarang membuat orang lain berdecak kagum karena hasil pemikirannya tersebut. Ya, ini sebuah tanda Tanya yang menarik untuk dikaji.
            Menurut teori Maslow tentang motivasi, motivasi terendah yang mendasar dari seseorang adalah psikologi perasaan nyaman yang dibutuhkan. Jika dalam bisnis/perekonomian, hal ini berkaitan dengan factor gaji/upah yang merupakan kompensasi maka dalam hal umum berkaitan dengan diri seseorang, jiwa dan mentalnya. Kebutuhan dan motivasi tertinggi menurut Maslow ialah aktualisasi diri untuk menjadi diri kita sendiri.

Nurul Qamariyah Adijaya 
Judul: Rezeki
            Sesuai buku yang dibawakan oleh Sang Prolog dalam forum istimewa di waktu menjelang siang ini, buku yang berjudul 7 Keajaiban Rezeki. Yah, paling tidak mengenai rezeki inilah yang akan saya petik untuk penulisan pada kertas yang awalnya tanpa goresan ini.
            Allah Maha Besar, yang senantiasa melimpahkan segala rejeki kepada hamba-NYA, yang selalu mengerti akan kebutuhan makhlukNYA. Bagi yang selalu yakin, yang selalu bersabar untuk meminta sesuatu yang dibutuhkannya, bukan hanya sekedar yang diinginkannya, pastilah dengan “kunfayakun” Allah dengan mudahnya akan memberikan apa yang kita butuhkan.
            Mau tau contoh nyatanya mengenai rezeki yang Allah turunkan kepada kita, wahai teman-teman KPP yang selalu setia?
            Ya, rezeki tersebut adalah waktu yang teramat berharga yang telah Allah berikan kepada kita makhlukNYA yang paling sempurna. Yang berada bersama dalamm forum melingkat dalam aula ini.

Yuliana Puspitasari 
Judul: Mimpi
      Pernahkah sahabat bermimpi tentang orang yang kalian sayangi yang telah mendahului kita berpulang ke Rahmatullah? Aku yakin pernah!
         Dan, kali ini aku ingin sedikit berbagi tentang sosok Almarhum Kakekku. Sosok yang selama beberapa hari ini hadir dalam  mimpiku. Ya, hadir dalam mimpiku. Tiga kali sudah sosok kakek hadir dalam bunga-bunga tidurku. Beliau beroesan sesuatu yang sama dalam dua kali mimpiku. Di satu mimpi yang terakhir, beliau tidak berpesan sesuatupun, hanya memintaku mencium tangannya. Ada yang aneh menurutku, jari-jari tangan beliau menjadi sangat gendut. Berbeda dengan jari-jari tangan beliau di keseharian ketika beliau masih hadir di dunia.
      Tulang jari tangan beliau memang membesar. Diakui itu sebagai akibat kerja keras selama beliau masih muda dahulu. Berprofesi sebagai pengrajin perak di Kotagede. Setiap hari memukul-mukul perak hingga berbentuk sesuatu, entah cincin, kalung, maupun perhiasan lain membuat tulang jari tangan beliau membesar.
     Namun, itulah jasa beliau. Lewat jari-jari tangannya yang membesar, beliau menghidupi nenek dan ibuku dengan penuh cinta.
     Aku sayang kakekku, dan kedatangan beliau dalam mimpiku, memintaku mencium tangannya memberiku isyarat untuk mengenang kerja keras beliau lalu meneladaninya.  


       Demikianlah sedikit notulensi terkait latihan rutin Komunitas Penulis Pelajar Smart Syuhada. Pesan utama yang didapat adalah bahwa ide tidak sulit untuk didapat, ia sangat tergantung pada kejernihan hati. Dan ternyata tidak sulit untuk meluangkan waktu sebentar saja dalam sehari untuk terus menulis. Meskipun sekian atau sekian menit, apabila kita bisa fokus, hasilnya luar biasa! Puas meskipun hasilnya entah nanti. Toh, setiap pensil yang tercipta disediakan penghapus untuk memperbaiki bagian yang salah. Jadi kenapa musti takut memulai? Takut tidak punya ide? Takut tidak ada waktu? Nih, ada hasilnya lho meskipun menulis mendadak dan hanya 7 menit :)

Try it at HOME!!

Salam KPP..
KPP Bersatu, Tak Bisa Dikalahkan! 

Hubungu Kami

Contact Form

Name

Email *

Message *