Monday, April 8, 2013

Cerita Sahabat

















Dimana ada sahabat, di sana selalu ada cerita.
Ini hanya awal. Menuju jalan yang lain.
Segala hal yang bercampur.kuning ke-emasan.
Gelora yang masih tak beraturan. Membara. Meledak-ledak.


Tiada bisa ku lupa. Diantara seribu cerita.
Di mana kita saling bercerita. Tentang berbagai hal.
Kala duka, suka, tangis, dan ceria. Merangkul. Memeluk.
Dimana aku, kamu, dia, dan mereka ada di dalamnya.


Antara kisah dari cinta, problema. Angan dan mimpi.
Yang sebelumnya belum pernah aku rasa.
Idah terasa, walau duka kadang menikam. Menyayat. Menjatuhkan diri.
Kembali. Kita saling merangkul. Menghangatkan perasaan yang dingin.


Semua ini yang akan mengingatkanku. Tenang segala hal.
Disini. Di antara renggang dewas dan remaja.
Disini. Diputih abu-abu mereka bercerita.





Pengarang:

Ibnu Carles Edison, SMA IT Abu Bakar


Biarlah Waktu Menjawab















Kulihat awan disana.
Terbentang hiasi langit.
Ditemani rerumputan hijau.
Aku terbaring menatap langit.

Kurenungi hari-hariku.
Tiap detaknya memiliki arti yang berbeda.
Tiap denyutannya meresap dihati dan jiwa.

Sering pedang-pedang hitam.
Menyayat raga lelah yang menua ini.
Namun selalalu ada api yang membara.
Memekarkan bunga yang telah jatuh.

Kita sering mengharap hari yang indah.
Namun takdir kadang berkata lain.
Walaupun kita telang berjuang. Berhujan keringat. Berlinang air maat.

Biarlah waktu menjawab takdir yang tersimpan.
Hingga jiwa dan raga menginjak masanya.
Karna kita hanya insan lemah penuh noda.
Yang tak punya daya upaya tanda kasihnya.






Pengarang:

Ibnu Carles Edison, SMA IT Abu Bakar

Mozaik Kaca















Menawan keindahan.
Pecahan-pecahan kaca yang bermacam.
Saling melengkapi satu dengan yang lain.
Membuatnya bermakna dan ber’arti.

            Beragam bentuk, kualitas, ataupun masa.
            Pecahan-pecahan kaca yang terangkai dalam mozaik.
            Tak merubah arti dari keidahan gelora pesonamu.
            Walaupun telah habis begelut dengan masa.
            Namun pesonamu, terus terpancar abadi dalam hati dan jiwa.
            Menghias bumi dengan kehangatan.

Membangkitkan.
Semangat yang redup.
Karna tiupan angin kehidupan yang kencang.
Menghapus segala amarah dan duka yang melanda.
Semua tersenyum, semua tertawa riang.


Pengarang:

Ibnu Carles Edison, SMA IT Abu Bakar

Puisi untuk ayah















Semerbak tubuhnya
meresap terpancar di jiwa
Membungkus tubuh yang belia
Dari kerasnya tanah yang dipijak raga

Semangatnya tak pernah surut ataupun luluh
Senantiasa terus membara tak pernah terpecah
Ditanah kring yang tengah meleleh
Dalam langkah yang memgrogoti jiwa tanpa kasih

Namanya dikenang sepanjang masa
Menjadi angin dalam panasnya api yang membara
Menyejukan jiwa yang tengah mendamba
Dalam kisah hitup yang tengah diukir jiwa

Sepenggal kata bermakna tak terhingga
Berkata lembut halus melelehkan keangkuhan hati yg ada
Itulah engkau yg slalu didamba tiap jiwa
Itulah engkau yg slalu kami panggil ayah trcinta



Pengarang:

Ibnu Carles Edison, SMA IT Abu Bakar

Dan Untuk Indonesiaku












Sungai dahaga terbentang sabana bumi.
Kaki-kaki pepohonan menancap langit.
Dan keanekaragaman hayati yang melimpah.
Membanjiri tanah daku. Ibu pertiwi.

Berbeda suku, budaya, bahasa, dan agama.
Terpisahkan oleh benteng laut yang terhampar.
Namun kita terangkai dalam satu ikatan wadah.
Dengan semangat cita yang berlandaskan jiwa persaudaraan yang teguh.
Dalam satu tujuan dan satu pandangan yang esa.

Merah darahku. Putih tulangku.
Lambang bendera negriku yang agung.
Burung garuda yang mencengkram pulau-pulau.
Bukti akan besarnya bangsaku.
Dan pancasila dasar negriku.
Menjadi bukti luhurnya pribadi bangsaku.

Wahai pemuda pemudi anak bangsa.
Mari bergegaslah. Angkat jangkar.
Tanjap gas. Bentangkan layar.
Katakana pada dunia… kami anak Indonesia.
Kami anak Indonesia. Kami anak Indonesia.
                             
Buktikan pada mereka Indonesia Negara yang besar dan luhur.
Buktikan pada mereka tak selamanya awan hitang menutupi bangsa ini.
Dan buktikan pada merka. Kita anak Indonesia. Kita anak Indonesia.
Kita anak Indonesia. Yang akan memegang mentari ditangan kanan.
Rembulan ditangan kiri dan pelangi didalam hati kita.



Pengarang: 

Ibnu Carles Edison, SMA IT Abu Bakar

Hubungu Kami

Contact Form

Name

Email *

Message *