Thursday, December 13, 2012

Berputarnya Roda


Cerpen ditulis oleh: Yustin -- SMA Tirtonirmolo
Member of KPP (Kmunitas Penulis Pelajar)

www.komunitaspenulispelajar.blogspot.com
        FB: Komunitas Penulis Pelajar    

______________________________________________________________
                       
                Pradipta Utama. Siswa SMP Matahari yang sudah dari awal masuk sekolah membuat teman-temannya kesal.Pradipta atau yang lebih dikenal bernama Tita adalah satu-satunya siswa baru yang paling terkenal karena sifatnya yang sombong.Tita anak yang sok-sokan di sekolah. Jarang ada yang mau berteman dengan dia. Kakak kelas,pengurus OSIS,temen-temen sekelas,semua benci orangnya. Walaupun sudah banyak yang menyindir sikapnya,Tita tetap tidak berubah. Ada satu orang yang menjadi sahabatnya,namanya Anggraini. Anggraini bersifat netral.

                Hampir tiga bulan Tita bersekolah di SMP Matahari,namanya benar-benar sudah buruk. Dimana-mana banyak tulisan yang sifatnya mencibir Tita. Di kursi,di tembok kamar mandi,di tembok dekat ruang TIK SMP Matahari, nama Pradipta Utama dengan sebutan-sebutan buruk terpampang disana. Sudah banyak usaha kakak kelas,teman-teman seangkatannya,dan kakak-kakak OSIS untuk menyadarkan Tita kalau sifatnya itu nggak banget,tapi tetep aja Tita nggak berubah. Malah semakin hari,sifat sombongnya makin jadi.

                Sudah berhasil membuat geram semua murid di SMP Matahari dengan sifatnya,sekarang di semester pertama Tita,dia mulai berulah dengan sikapnya. Tita mulai berani mendekati kakak-kakak kelas yang cowok. Beberapa kakak kelas cowok mulai tertarik sama Tita dan beberapa kakak kelas cewek mulai siap melabrak Tita yang genit. Rencana demi rencana disusun,gimana caranya Tita harus sadar sifat dan sikapnya itu nggak bener,tanpa guru-guru tau.

                Sehari sebelum hari pelabrakan datanglah calon guru-guru yang PPL di SMP Matahari. Hari itu mereka mulai mengajar,menggantikan guru-guru. Semua kelas dimasuki oleh calon-calon guru tersebut sampai di kelas 9B. Calon guru yang mengajar jam Bahasa Indonesia di kelas 9B bernama Amelia. Mbak Amelia menjadi sangat istimewa dari calon guru-guru lainnya selain karena beliau bersifat santai dan lucu,beliau adalah saudara jauh Tita yang dekat dengannya. Kakak kelas yang semula bererncana melabrak Tita tiba-tiba mengurungkan niatnya,mereka takut Mbak Amelia marah karena adiknya dilabrak.

                Sebulan Mbak Amelia mengajar.Karena sifat Tita yang semakin hari semakin membuat kesal akhirnya ada salah satu kakak kelas yang berani meminta izin ke Mbak Amelia untuk melabrak Tita. Tanpa disangka-sangka tanggapan Mbak Amelia berbanding terbalik dengan apa yang dipikirkan kakak-kakak kelas. Beliau malah mengizinkan karena Mbak Amelia berharap dengan begitu mental Tita semakin kuat untuk menghadapi orang banyak,termasuk dengan orang-orang yang membenci. Setelah mendengar jawaban dari Mbak Amelia,diputuskan hari itu juga Tita dilabrak. Tita yang sedang pelajaran TIK,tiba-tiba didatangi oleh beberapa kakak kelas. Mereka menarik Tita dengan lembut tapi memaksa untuk keluar dari ruangan itu.Tidak ada guru di ruang TIK itu sehingga kakak kelas cukup leluasa untuk memarahi Tita.

“Tita !kamu tau? Semua anak SMP Matahari nggak suka sama kamu. Satu-satunya adik kelas yang nyebelin itu ya cuma kamu. Dulu waktu angkatanku,nggak ada kok yang kayak kamu. Semua biasa aja”,kata salah satu kakak kelas 2 yang bernama Ayu. Dia termasuk di golongan orang-orang popular di SMP Matahari. Sebenarnya dulu waktu Ayu kelas 1 SMP,dia juga mengalami hal yang sama dengan Tita. Dilabrak karena sifatnya yang nyebelin dan sikapnya yang genit. Ayu dan Tita sebenarnya sama.

       “Ohh gitu..udah mbak? Yaudah kalo gitu aku masuk ke TIK lagi”,jawab Tita santai. Sebelum dilabrak Mbak Amelia memberikan pesan ke Tita. Apapun yang kakak kelas bilang didengarkan,kalau mereka selesai bicara bilang “Ohh gitu.. udah mbak? Yaudah kalo gitu terimakasih ya mbak.Belum selesai membalik badan menuju ke TIK tiba-tiba tangan Tita ditarik.
“Tita,mau kamu apasih? Dibilangin baik-baik tanggapannya kayak gitu”,sentak Ayu yang kesal dengan sikap acuh Tita.

Tita diam. Dia mendengarkan kata-kata kakak kelas dengan baik.Semakin lama kata-kata mereka semakin ketus.Semua sebutan buruk yang ada di tembok-tembok dikeluarkan semua. Karena Mbak Amelia hanya menyuruh 2hal,medengarkan dan kalau selesai bilang “Ohh gitu.. udah mbak? Yaudah kalo gitu terimakasih ya mbak” Tita menurut saja. Hatinya mulai panas,Tita tak tahan untuk diam. Akhirnya menangislah Tita. Kakak kelas yang semula bicara dengan keras tiba-tiba meluluh lalu tertawa terbahak.Mereka puas karena telah membuat Tita menangis. Setelah apa yang dibuatnya ke Tita,mereka pergi.

Ruang TIK gaduh.Teman-teman yang tadinya sibuk bermain computer mendatangi Tita yang menangis. Mereka bertanya-tanya ada apa. Banyak yang tadinya merasa puas karena akhirnya kakak kelas berhasil melabrak Tita lalu meluluh dan merasa kasian dengan Tita. Kakak kelas yang cowok beberapa ada yang mendatangi Tita,mereka memintakan maaf atas nama kakak kelas yang perempuan. Tita tertekan.Dia merasa diperlakukan tidak adil oleh kakak kelas yang memanfaatkan Tita untuk menjadi bahan balas dendam mereka kepada kakak kelas sebelumnya yang dulu juga melabrak mereka.Pradipta Utama marah.Ia mulai memantapkan sikap untuk tidak berubah. Tita ingin tetap menjadi Tita yang kakak kelas tidak sukai.Diam-diam Tita menantang mereka.

Masa ujian dimulai.Dua pekan lagi ujian musik.Tugas praktek ujian musik yaitu tampil berkelompok membawakan lagu nasional dan 1 lagu bebas.Kelompok ditentukan.Pradipta Utama masuk ke dalam kelompok yang anggotanya terdiri dari anak-anak yang biasa.Mereka benci Tita tapi tetap menerimanya masuk ke dalam kelompok.Tiap kelompok dibagi 12 orang. Karena kelas Tita terdiri dari 24 siswa putri dan 12 siswa putra,maka 2 kelompok siswa putri dan 1 kelompok siswa putra.

Hari makin dekat dengan ujian praktek,kelompok Tita masih belum siap. Mereka masih bingung menentukan konsep sedangkan kelompok putri lainnya sudah siap dengan konsep yang bagus. Karena waktu yang tinggal 3hari,kelompok Tita mulai panik. Kepanikan mereka ternyata bukan memberikan pengaruh baik untuk kelompoknya,mereka malah sering ribut,sampai pada 2 hari terakhir. Rapat kelompok diadakan untuk benar-benar membicarakan masalah konsep. Setelah lama berunding,tiba-tiba muncul gagasan dari Tita.

“Gimana kalau kita bawain lagu Mengheningkan Cipta sama Laskar Pelangi? Liriknya nggak melulu tentang cinta-cintaan dan punya makna bagus” ,kata Tita.

“Okaaay. Aku setuju”,kata Rasti

“Ahaaa,setuju.. setuju.. kita bikin konsep natural aja”,kata Dewi


“Sip, jadi kita nyayi lagu Laskar Pelangi dengan konsep natural. Terus,kostum kita?”,tanggap Tita dengan senyum ramah.

“Pakai batik aja”,kata Dewi sambil membalas senyum Tita.

                Semenjak rapat itu kelompok Tita mencair,yang tadinya saling canggung karena bencinya mereka ke Tita yang sombong,tidak ramah,mulai biasa. Mereka mulai bisa bercanda.Akhirnya latihan-latihan yang dadakan bisa maksimal karena sekat yang selama ini menghambat sudah rubuh.

                Hari yang ditunggu-tunggu tiba,saatnya ujian praktek. Kelompok Tita tampil diurutan ke 5. Kelompok pertama,kedua,ketiga,selesai membawakan lagu dengan konsep yang bagus. Sampai di kelompok yang tampil diurutan ke 4,kelompok Tita mulai pesimis. Mereka tiba-tiba tidak pd dengan konsep yang semula sudah dipersiapkan dengan matang.
“Kita pasti bisa”,kata Tita membuyarkan ketegangan teman-teman sekelompoknya dengan senyum yang sangat ramah.

                Waktunya tampil,mereka membawakan lagu dengan baik. Walaupun tidak sebagus kelompok lainnya,kelompok Tita puas karena mereka bisa tampil padahal hanya 2hari mereka memikirkan konsepnya. Setelah turun dari panggung,Tita dan kelompoknya masuk ke kelas bersama. Mereka benar-benar akrab. Akhirnya Tita memiliki teman,setelah hampir satu tahun tidak ada yang mau mendekat. Tita berubah. Semakin hari ia semakin ramah. Teman-teman kelompok musiknya sekarang bukan sekedar menjadi teman sekelompok,tapi menjadi sahabat baik Tita.

                Tita berubah,dia semakin ramah. Lama kelamaan orang-orang yang membencinya berbalik berteman dengannya. Seiring berjalannya waktu Tita terlihat makin dewasa. Dia yang semula acuh dengan teman-temannya,mulai perhatian. Masa-masa ini adalah masa dimana Tita mengenal persahabatan,dia banyak bergaul dengan sahabat-sahabatnya yang semula adalah teman kelompok musik.Sampai akhirnya ia memiliki kumpulan kelompok belajar yang bernama Ant-lion. Ant-lion diambil dari bahasa Inggris yang berarti hewan Undur-undur.

                Pada waktu itu memang sedang naik daunnya salah satu sinetron yang menceritakan kisah tentang persahabatan kelompok belajar. Dalam sinetron nama kelompok belajar mereka adalah D’rainbow diambil dari kata bahasa Inggris The Rainbow yang artinya pelangi. Nama tersebut dipilih karena makna yang tersirat dari pelangi.Pelangi terdiri berbagai warna yang bersama. Warna-warna itu melambangkan anggota D’rainbow yang terdiri dari berbagai karakter yang bersama,berjajar rapi,dan merapat menjadi perbaduan cantik di langit setelah hujan badai pergi. Seperti halnya dalam sinetron,Ant-lion memiliki makna tersirat. Ant-lion atau undur-undur adalah sejenis hewan yang biasa ditemukan di pinggir pantai dengan cara berjalan mundur. Ada makna yang Ant-lion ambil dari cara berjalan Undur-undur yang aneh.
“Eh ayo kita buat kelompok belajar seperti yang di sinetron itu lho,tapi namanya harus beda. Gimana?”,kata Dewi memecah hening yang sedari tadi tidak ada yang mengusirnya. Hari itu Tita dan kelompok musik berkumpul di rumahnya. Karena besok acara di sekolah hanya remedial,mereka berkumpul,bermain bersama. Suasana bermain mereka masih canggung.Hening dan sepi.

“Eh iya boleh tuh.Tapia pa namanya? D’rainbow udah dipake sama anak kelas lain. Nanti kalau kita pake dikira ikut-ikutan.”,kata Rasti.

“Gimana kalo undur-undur?”,jawab Tita

“Kok undur-undur,Ta?”. Sepi sejenak.Tita sengaja membuat teman-temannya bingung dan penasaran.

“Undur-undur menurutku adalah hewan yang jarang ada orang yang menganggapnya istimewa.Kecuali ibu-ibu yang jualan peyek undur-undur. Hewan itu sebenernya filosofis banget lho, dia kan berjalannya mundur,kalo kita perhatiin dengan sekasama,dia berjalan mundur tapi sampai ke tujuannya lho .”,jelas Tita.

“Haaa? Berjalan munduur tapi sampai ke tujuannya?”,teman-teman Tita makin dibuat bingung.

“gini deh, misal kita jalan. Kita kan bakalan maju terus sampai pada akhirnya di tempat yang kita tuju,nggak mungkin maju-mundur-maju nggak bakal nyampe. Nah gitu juga Undur-undur,dia berjalan mundur-mundur-mundur tapi tetap sampai ke tujuan,nggak mundur-maju-mundur-maju,gitu. Paham?”,Tita mulai kehabisan kata-kata untuk menjelaskan.

“Ta,jujurnya. Itu bahasanya ribet banget”,sahut Rahayu.

“jiah,yaudah. Pasti lama-lama kalian bakal tau maksudku kok,asal kalian memakai cara pandang lain. Kalian harus mengamati sesuatu dengan seksama,dengan perasaan,dengan makna”,jawab Tita dengan wajah puitis.

“Cukuuuuup Titaaaa. Bahasamu mendayu-dayu. Sok puitis deeh”,kata Ayu sambil memeluk Tita.

“wkwkwkwkw”.

        Gelak tawa membuat Tita kembali ke jiwa melankolisnya.Tita,walaupun sifatnya lebih terkenal sebagai orang yang sedikit sombong dan acuh,ada sesuatu yang membuat sahabat-sahabat barunya berdecak kagum. Pradipta Utama memiliki sifat puitis,kata-katanya selalu filosofis,ia menggunakan perasaannya untuk melihat,untuk mendengar,untuk mencium. Namun sayangnya,tidak banyak orang tau.

                Setelah perundingan yang cukup lama. Akhirnya dipilih nama Ant-lion. Ant-lion cepat sekali tenar di sekolah,karena salah satu anggotanya merupakan orang yang paling dibenci oleh murid-murid SMP Matahari. Banyak yang mencibir kelompok belajar ini. Semakin lama suasana masa yang tadinya menyenangkan,seru,menjadi kaku kembali. Kelompok belajar Ant-lion yang semula 12 orang,menyusut. Anggota-anggota Ant-lion banyak yang keluar.Mereka banyak yang tidak tahan karena dicibir dan banyak juga yang menganggap kelompok belajar ini tidak menarik. Akhirnya kelompok belajar Ant-lion tinggal 5 orang,terdiri dari : Dewi,Rasti,Tita,Rahayu,dan Bintang.

                Masa remedial berakhir.Tiba saatnya pengambilan rapor kenaikan kelas. Hari itu Tita tidak ikut mengambil rapor karena pasti disana dia akan bosan. Dia memilih menunggu ibunya di rumah. 2jam Tita menunggu,tiba-tiba ada suara motor ibu.

“Ta,dapet rangking 10. Kamu naik”,kata ibu.

“Alhamdulillah”,jawab Tita datar.

“Kelas 2,hahahaha.. kakak kelas yang dulu sering nggak adil sama aku akhirnya mereka berkurang. Heeeehhhh..kelas 2 ini aku harus jadi lebih baik”,niat Tita dalam hati.

                Liburan.Tidak ada aktifitas berarti yang bisa dilakukan Tita. Di rumah membantu orangtua,tidur,makan, dan sholat. Waktunya jarang ia gunakan untuk main. Teman-teman rumahnya jarang mengajaknya main karena Tita adalah satu-satunya yangbelum bisa leluasa memakai sepeda motor .Sahabat-sahabat barunya yang masih canggung-canggung juga jarang mengadakan acara bermain. Di minggu  terakhir liburan,Tita mengajak sahabat-sahabat barunya main kerumah-rumah anggota Ant-lion. Tidak disangka sahabat-sahabat barunya mau.Akhirnya seminggu terakhir liburan habis mereka gunakan untuk bermain. Satu sama lain semakin mengenal. Sudah tidak ada rasa canggung.Sahabat-sahabat baru Tita dibuat kaget dengan sifat Tita akhir-akhir ini. Ia benar-benar berubah,yang dulunya kaku,terlihat acuh,dan sombong sekarang jadi lucu,lebay,dan apa adanya. Ant-lion menemukan jiwanya.Sekarang persahabatan ini seperti persaudaraan. Hanya dalam waktu seminggu,Ant-lion bisa nyaman satu dengan lainnya.

                Masuk sekolah.Sekarang Tita sudah kelas 2.Dia kini memiliki adik kelas dan teman-teman.Tita diam-diam pada hari itu menghampiri salah satu temannya bernama Sita.Temannya itu terkenal sebagai salah satu murid popular.Tita bicara dengan Sita dengan hati-hati.

“Sit,kalo nanti adik kelas kita ada yang gimana gimana jangan dilabrak ya?”,kata Tita.

“yaaaa. Kenapa?”,jawab Sita setengah-setengah. Maklum saja,dia dulu sangat membenci Tita.

“nggak ada gunanya,dia nggak bakal berubah pake cara kayak gitu”.

“buktinya kamu berubah setelah dilabrak”.

“Salah Sit,aku berubah semenjak aku punya sahabat”,jawab Tita tegas.

Karena kelas belum dibagi,Tita dan teman-temannya menunggu pembagian kelas di halaman. Tita yang semula duduk sendiri,dihampiri sahabat-sahabat Ant-lionnya. Mereka datang dan membuyarkan kejanuhan Tita. Saat mereka berkumpu adalah saat dimana suasana hening akanterpecah. Benar saja,di tengah suasana menunggu pembagian kelas yang sepi,hening tiba-tiba riuh karena Tita dan sahabat-sahabatnya saling bercanda,berkejar-kejaran. Tatapan orang-orang aneh.

                Pembagian kelas.Ant-lion tiba-tiba sedih.Yang tadinya melepaskan tawa sekencang-kencangnya seketika hening.Mereka saling tatap.
“Yahh,kita nggak satu kelas lagi?”,kata Dewi.

“ah iya,Bintang masuk ke kelas D. kita berempat di kelas B”,jawab Rahayu.
“Yaudah,nggak papa yang penting besok kalo istirahat,kita bareng-bareng jemput Bintang di kelasnya”,kata Tita.

“iyaaa.. lho. Kalian jemput aku. Janji ya?”,kata Bintang sedih.

“Iyaaaaaaa”,jawab anggota Ant-lion lainnya.

                Bel istirahat.Hari ini adalah hari pertama Tita dan Ant-lion istirahat bersama.Mereka berjalan bersama setelah menjemput Bintang. Di perjalanan sampai ke kantin,tiba-tiba langkah mereka terhenti. Ada sesuatu yang menarik di papan pengumuman.Di papan pengumuman terpampang lomba film.Tita sangat tertarik. Ia mengurungkan niatnya ke kantin,untuk memikirkan konsep dan siapa saja anggotanya yang akan dimasukan ke dalam film tersebut.

                Sebulan berlalu.Waktu pembuatan film tinggal satu bulan lagi.Belum ada konsep dan anggotanya begitu pula pemerannya belum terisi.Bulan itu ada kakak-kakak PPL lagi yang datang.Di antara PPL itu sudah tidak ada Mbak Amelia.PPL yang baru juga dekat dengan Tita.Sampai disuatu pagi Tita bertemu dengan Mas Latif.Beliau adalah calon guru bahasa Indonesia. Awal pertemuaannya saat Mas Latif mengajar di kelas 2B,kelasTita. Mas Latif mulai dekat dengan Tita setelah Tita berhasil mengerjakan tugas praktek teater yang diberikannya dengan baik. Acting Tita yang bagus dan pd membuat Mas Latif terkesan dan tertarik untuk melatihnya untuk menjadi pemain teater.

“Mas,saya pengen ikut lomba film,gimana ya caranya?”,Tita.

“Gini,kamu buat dulu naskahnya. Pilih pemainnya,dibuat deh.”,jawab Mas Latif.

“Em.. saya nggak bisa mas nulis naskah. Bisa,tapi butuh waktu lama sedangkan filmnya dikumpulkan sebulan lagi. Gimana ya mas?”.

“Yaudah.. tak buatkan. Waktu filmnya berapa menit?”.

“15 menit mas”.

“Oke. Besok kelar.”

“Terimakasih Mas”.

                Keesokan harinya. Benar saja,Mas Latif datang dengan membawa bundel kertas. Diberikannya kertas-kertas itu ke Tita dengan beberapa pesan penting yang disampaikan Mas Latif.Tita mendengarkan dengan seksama. Setelah cukup lama mereka berbincang-bincang,Tita mohon diri. Dia menghampiri Ant-lion yang sudah menunggu di dekat kantin. 

               “Huaaaa… Naskahnya udah jadi nih”,sambut Tita.

               “Huaaaaaaaa… mana mana liat?”,sahabat-sahabatnya sambil berebut melihat naskah tersebut.

               “ha? Bendera Di Bawah Kaki?”.

               “emm.. nggak tau kenapa Mas Latif ngasih judul itu”.

               “yaudah yuk,kita mulai nyari pemerannya aja”.

               “eh.. siapa diantara kita yang punya handicam?” ,Tanya Tita.

               "wah iya nggak ada yang punya”,jawab Dewi.

               “emmmm….eh boleh gak ya kita pinjem handicam Pak Is”,sahut Tita. Pak Is adalah guru TIK yang terkenal memiliki banyak gadget.

                Singkat cerita,Ant-lion memakai handcam milik Pak Is. Setelah 5 hari melakukan pemilihan pemain,diambilah Adam,anak kelas D menjadi pemeran utamanya. Di film tersebut dia mnjadi Supri. Supri adalah seseorang yang ingin sekali sekolah,namun karena keterbatasan biaya,dia tidak bisa sekolah. Dalam cerita Supri mengagumi bendera Merah Putih. Lalu,Dewi menjadi Gendhuk. Gendhuk adalah teman Supri.Pemeran semuanya terisi dengan lengkap.Pemeran balik layar pun sudah terisi. Sutradara dipimpin oleh Tita dan kakak kelas yang menjadi ketua OSIS pada waktu itu,namanya Yulianto.

                Pembuatan film berjalan baik pada awalnya. Di pertengahan film,tiba-tiba terjadi masalah di handicam. Semua rekaman disitu tidak bisa diproses,karena saling menyatu. Film harus diulangi lagi. Kali ini Zahra,teman dari kelas 2D meminjamkan handicamnya. Semakin hari semakin dekat dengan hari pengumpulan.Bendera Di Bawah Kaki belum selesai.Semua panic.Kepanikan itulah yang malah mebuat kacau. Kondisi kesehatan yang sudah tidak stabil,kecapekan,dan kepanikan membuat pecah diantara pemeran balik layar. Pembuatan sempat ditunda 3hari. Setelah semua kembali baik,datanglah masalah. kali ini dari guru-guru. Tiba-tiba tidak memberikan persetujuan.Pradipta Utama yang dianggap memimpin pembuatan film disuruh menghadap guru-guru.Ia dimarahi. Sendirian.

                Tita selain memiliki sifat puitis,ternyata ia juga memiliki sifat keras kepala dan tegas. Ia berani menjelaskan kepada guru-guru alas an mengapa dia membuat film. Ia juga menceritakan bagaimana prosesnya. Bukan persetujuan yang didapat,Tita malah dianggap sebagai pemberontak. Guru-guru mulai menjauhinya. Walau demikian ia tetap keras membuat film,setelah teman-temannya juga banyak yang mendukung.

                Pembuatan film hampir selesai,tinggal proses editing. Waktu pengumpulan 3 hari lagi. Masalah kembali datang,Tita harus pergi ke Jakarta. Film diserahkan ke teman-teman lainnya. Teman-temannya mencari kesana-kemari tempat mengedit,tidak ada yang menerima karena butuh waktu minimal seminggu untuk mengedit. Pradipta Utama yang sedang di Jakarta,di telpon. Semua panic.Waktu tinggal 3hari lagi.Saat itu di Jogja sedang terjadi hujan abu.Film benar-benar tidak bisa diedit. Kekecewaan muncul,film tidak bisa diikutsertakan lomba.

                Selesai pembuatan film,sikap guru-guru masih dingin ke Tita. Tita tau hal itu. Semua orang tidak menyadari hal itu,bahkan sahabat-sahabatnya pun tidak tau. Tiba pada suatu hari.Mbak Amelia datang kerumah Tita.Mbak Amelia bercerita tentang kunjungannya kembali ke SMP Matahari. Beliau ketika di SMP Matahari disambut baik oleh guru-guru,namun ada satu hal yang membuat Mbak Amelia terkejut,tiba-tiba ada salah satu guru wanita yang mengadukan sikap Tita ke Mbak Amelia.
   
               “Mbak,Tita itu makin tidak bisa diatur. Dia makin jadi pemberontak. Melawan kalau sama guru. Tidak pernah patuh”,kata guru tersebut.
“oh gitu,tapi kalau dengan saya nurut-nurut saja bu. Ya mungkin dia sedang labil atau bagaimana bu,nanti saya bicarakan dengan dia”,jawab Mbak Amelia santai.
“Kalau Tita masih begini,semua guru akan mendiamkan dia”,sahut guru tersebut.
                Setelah Mbak Amelia selesai bercerita.Timbul kemarahan Tita. Ia mulai membenci guru tersebut,walaupun tidak begitu nampak. Tita tetap diam. Baginya kemarahan guru tersebut tidak wajar,hanya masalah film. Tapi Tita sadar mungkin ia terlalu ambisius sehingga mungkin ada kata-kata yang menyakitkan hati. Hening. Tita sebenarnya sedih,tapi ia juga benci.
                Satu semester semenjak kejadian itu.Tita mulai menjadi anak yang pendiam.Ia tak ingin menjadi pemberontak lagi. Sahabat-sahabat Tita mulai bingung dengan sikap Tita.Semua guru dan Kepala Sekolah menjauhinya.Tidak ada yang memperhatikan Tita.Bahkan saat Tita sudah berperilaku baik tetap saja tidak ada yang menggubris.Tita makin sedih. Melihat Tita yang semakin diam dan lemas,sahabat-sahabatnya mulai menghibur. Ant-lion berencana datang ke tempat perkemahan adik kelas.
                Lokasi perkemahannya cukup jauh.Untuk sampai di lokasi Ant-lion harus menggunakan Bis lalu berjalan cukup jauh. Tempatnya diatas bukit,harus sedikit mendaki untuk sampai kesana. Lelah. Sesampainnya di atas,Ant-lion beristirahat. Pemandangan disana begitu indah membuat Tita yang tadinya diam kembali menjadi.Mereka berfoto-foto.setelah cukup lama beristirahat,Ant-lion masuk ke lokasi perkemahan. Disana ia disambut oleh Bu Hj. Eka. Bu Eka adalah satu-satunya guru yang tetap perhatian dengan Tita.Bu Eka yang tau bagaimana lelahnya untuk bisa sampai disini menyuruhnya istirahat di salah satu tenda kosong.Ant-lion mulai rebahan. Tiba-tiba ada suara memanggil,itu dari adik kelas. Ternyata ada salah satu adik kelas yang jatuh.Cepat-cepat Tita dan sahabat-sahabatnya menghampiri adik kelas yang jatuh.

                Dia tidak bisa berjalan.Kakinya sakit. Setelah diangkat ke tendanya,adik kelas itu diurut.

               “Eh,ada yang punya minyak angin nggak?”,kata Dewi.

               “nggak ada Mbak”,jawab salah satu adik kelas.

               “P3K dimana?”,kata Tita panic.

               “di tempat guru Mba,disana itu”,jawab adik kelas yang terjatuh tadi sesembari menunjukan tempatnya dengan tangan kanannya.

               “aku ambilin ya”,jawab Tita sambil berlari.
                Di tempat guru tidak ada sambutan yang berarti,mereka tetap acuh.

               “Kenapa?”,sapa salah satu guru perempuan dengan sinis.
               “Bu,saya boleh minta minyak kayu putih untuk adik kelas yang jatuh?”,jawab Tita hati-hati.

               “mana? Siapa yang nyuruh kamu kesini?”.

               “saya sendiri bu,penggalang semua di lapangan tadi saya dan teman-teman yang merawat,lalu saya yang bertugas mengambil minyak”.

               “mana sini anaknya suruh ambil sendiri?”.

               “Bu,kakinya sakit. Tidak bisa jalan.”

               “biar! Suruh dia ambil sendiri,kamudan teman-teman pulang,sekarang! Siapa yang nyuruh kamu kesini?Siapa yang mengijinkan?”

               “Bu,kita kan p3k. Kemarin Bu Tama mengijinkan kami datang.”

               “bener?”

               “iya bu.”

               “Tama,kamu mengijinkan ini kesini?”

               “tidak bu. Saya tidak tau apa apa”

                Pukul 4 sore. Ant-lion pulang dengan rasa kecewa. Dengan tidak tau salah mereka apa. Mereka jalan menuju terminal bis. Tita yang masih sakit hati dengan sikap gurunya memilih untuk diam. di sepanjang perjalanan ia nampak ingin menangis. Perasaannya campur aduk antara sedih,marah,dan lelah. Tita heran,Bu Tama yang semula mengijinkan tiba-tiba bilang tidak tau apa-apa.

                Masalah dengan guru tak sampai disitu.Ada masalah lagi yang membuat Tita benar-benar kesal.Pernah pada suatu hari Bu Tama menghampiri Tita.Bu Tama merencanakan acara piknik.SMP Matahari adalah sekolah yang tidak boleh mengambil pungutan biaya sehingga tidak ada acara piknik. Namun,kata Bu Tama jika yang mengurus siswa-siswa mungin bisa.

                Bu Tama menawarkan beberapa biro perjalanan.Tita yang tau rencana Bu Tama untuk mengadakan piknik memberitahukan ke teman-teman lainnya.Teman-teman sangat senang. Karena piknik memerlukan banyak panitia,akhirnya beberapa teman-teman menjadi panitia. Ketua panitianya adalah Tita.

                Semua mulai terurus. Masalah tujuan,masalah keberangkatan,masalah biaya,masalah biro. Ada beberapa biro yang masuk memberikan proposal,termasuk biro perjalanan Bu Tama. Setelah beberapa kali rapat,dipilihlah salah satu biro yang juga dipilih oleh guru-guru. Biro tersebut bukan milik Bu Tama,melaikan milik teman anaknya Bu Tini,guru Bahasa Indonesia.

                Uang sudah terkumpul cukup banyak.Tiba-tiba masalah mulai datang.Awal permasalahannya adalah ketika biro perjalanan tersebut meminta uang DP sekitar Rp 1juta.Pemberian DP disaksikan oleh banyak panitia.Uang diberikan sejumlah yang diminta. Malam harinya sesuatu terjadi,pimpinan biro yang bernama Pak Ad isms Tita. Pak Adi bilang uang yang diberikan kurang,baru setengahnya. Padahal bukti pembayaran telah diberikan dan uang DPnya benar-benar sudah dipastikan berjumlah 1juta.

                Tita mulai curiga.Ia mulai memberondong Pak Adi dengan pertanyaan-pertanyaan curiga. Perubahan sikap terjadi pada Pak Adi. Dia makin terlihat gelagat panic,karena Tita seperti seorang detective yang sedang memata-matainya. Tiba-tiba Pak Ad isms katanya uangnya kurang seratus ribu.Tita makin curiga.Dia berondong lagi dengan pertanyaan. Akhirnya setelah lama tidak dibalas,pak Adi membalas katanya uangnya sudah pas. Melihat gelagat yang mencurigakan,Tita mencari informasi ke beberapa teman ayahnya yang juga kerja di biro. Kecurigaan Tita terjawab,Pak Adi  memang seorang penipu.

                Tita menangis sejadi-jadinya.Walaupun demikian Tita senang karena dia akhirnya tau kalau biro yang dipilhnya ternyata penipu.Uang 1juta ilang.Sehari setelah Tita tau.Semua uang yang terkumpul dikembalikan.Piknik gagal.Masalah tak berhenti disitu.Tita kembali disalahkan.Guru-guru menyalahkan Tita yang mengambil jalan nekat untuk mengadakan piknik.
“Ini dari awal salahmu.Kenapa nekat membuat piknik? Siapa guru yang mengawasi?”,kata Pak Kepala Sekolah

               “Bu Tama,Pak. Beliau yang menggagas pertama,saya yang menjalankan”,jelas Tita dengan hati-hati.

               “ Bu Tama,benar ibu yang menggagas?”,Tanya Pak Kepala Sekolah.
“Tidak Pak,saya tidak tau apa-apa”,jawab Bu Tama.

                Selesai. Guru-guru menyalahkan Tita,namun teman-teman malah kagum pada Tita. Mereka merasa Tita benar-benar orang yang keras dan berjiwa kepemimpinan. Pada pemilihan OSIS,teman-teman banyak yang memilih Tita menjadi ketua OSIS karena sifat kepemimpinannya. Akhirnya Tita menjadi ketua 1 OSIS.Tita menjalankan tanggung jawabnya dengan baik. Permasalahannya dengan guru mulai ia lupakan,meski tetap saja ia tidak digubris.

                Kelulusan. Tita lulus dari SMP Matahari. Nilai yang di dapat cukup memuaskan,namun tidak begitu tinggi. Sehari setelah pengumuman kelulusan ,Tita ke sekolah. Ia menemui guru-guru,menjabat tangannya,meminta maaf sambil menangis. Bapak dan ibu guru yang semua acuh ikut larut menangis,beliau-beliau juga meminta maaf atas kesalahannya.

                Pradipta Utama. Gadis yang masuk di SMP Matahari dengan disambut benci oleh semua orang kini menjadi gadis yang dilepaskan dengan tangis tidak rela.Termasuk dengan guru-guru yang tadinya acuh. Pada hari-hari terakhir Pradipta berkata kepada sahabat-sahabatnya,ia berterimakasih pada mereka dan menjelaskan mengapa ia memilih nama Undur-undur.
“Sahabatku..Undur-undur adalah hewan yang bermetamorfosa.Dia seperti kupu-kupu yang tadinya berupa ulat yang menjijikan menjadi kupu-kupu cantik. Begitu juga dengan undur-undur,ia anehh,ia berjalan mundur,tapi ia akan berubah menjadi seekor hewan terbang yang mifip dengan capung,namun lebih indah. Itulah artinya..”
Share This

No comments:

Post a Comment

Silakan beri kami masukan apapun. Saran, kritikan maupun nasihat Anda akan sangat berarti untuk perkembangan komunitas ini. Terimakasih.

Hubungu Kami

Contact Form

Name

Email *

Message *