Sunday, April 10, 2016

Latar Belakang Komunitas Literaksi

Remaja merupakan salah satu fase di dalam kehidupan manusia yang penting. Pada masa ini, orientasi pergaulan mereka mulai bergeser dari orangtua ke teman sebaya. Hal ini membuat remaja rentan terhadap pengaruh-pengaruh negatif akibat pergaulan di lingkungan yang buruk atau dikenalkan terhadap kegiatan-kegiatan yang negatif. Selain itu, pengaruh globalisasi dan derasnya arus informasi di dunia maya membuat remaja semakin dekat dengan berbagai hal yang dapat berdampak negatif pada dirinya. Oleh karena itu, remaja perlu mendapatkan ruang gerak yang mampu memberdayakan energi berlebihnya ke arah yang lebih positif. Dari berbagai jenis potensi yang ada pada remaja yang dapat dijadikan sarana positifnya dalam bergerak, potensi literasi merupakan salah satunya.

Kata ‘literasi’ berasal dari bahasa Inggris “literacy” yang memiliki makna ‘kemampuan untuk membaca dan menulis’. Sedangkan menurut Ubedilah Badrun1), budaya literasi mencakup budaya membaca, budaya menulis, budaya berdiskusi dan budaya riset. Pada sumber yang lain, literasi merujuk pada gerakan mencerdaskan masyarakat dengan kemampuan membaca dan menulis. Sedangkan kata ‘aksi’ menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia bermakna ‘tindakan.’ Berdasarkan makna di atas, maka kata ‘literaksi’ yang merupakan akronim kata ‘literasi’ dan ‘aksi’ bermakna budaya literasi yang digalakkan melalui kegiatan baca, tulis dan diskusi.

Pentingnya budaya literasi di kalangan pelajar salah satunya berangkat dari sebuah kajian oleh Organization for Economic Cooperation and Development (EOCD) yang bertajuk What Students Know and Can Do: Student Performance in Reading, Mathematics, and Science Program for International Student Assesment (PISA) pada tahun 2009. Kajian ini menyatakan bahwa Indonesia menempati posisi 57 dari 65 negara yang dikaji mengenai budaya literasi di kalangan pelajar. Sedangkan pada 2006, studi lima tahunan yang dikeluarkan oleh Progress in International Reading Literacy Study (PIRLS) yang melibatkan pelajar menempatkan Indonesia pada posisi 36 dari 40 negara.

Melalui Komunitas Literaksi, remaja diharapkan dapat menumbuhkan, mengembangkan dan mengoptimalkan potensi dan energi mereka ke dalam budaya literasi yang meliputi aktivitas baca, tulis, dan diskusi. Dengan budaya inilah, remaja diharapkan dapat menjadi remaja yang kreatif dan produktif serta bermanfaat bagi dirinya sendiri maupun orang lain.
Share This

No comments:

Post a Comment

Silakan beri kami masukan apapun. Saran, kritikan maupun nasihat Anda akan sangat berarti untuk perkembangan komunitas ini. Terimakasih.

Hubungu Kami

Contact Form

Name

Email *

Message *