Monday, February 4, 2013

Problematika Menulis Part #2


Masalah dalam menulis: 


1. Susah rutin menulis 

2. Bagaimana agar produktif dalam menulis 



Untuk solusi ada 11 hal besar, yang selama ini coba KPP amati...
sumber foto



1. Berkorban waktu atau memanagemen waktu 




Setiap orang punya kesibukan masing-masing, kita faham. Begitu juga penulis yang sudah ternama, yang tentu saja juga kamu idolakan. Tapi mereka tetap bisa produktif menulis walau padatnya jadwal mereka. Jawabannya sederhana saja: mereka pandai memenagemen waktu. Mereka buat jadwal seteratur mungkin, kapan harus bekerja, kapan hrs membaca, kapan harus menulis, ke toko-toko buku, mengisi seminar, rapat-rapat organisasi, mengurus rumah tangga, dll. Mereka bisa, tentu kamu juga bisa seperti mereka. Maka cobalah mulai membagi-bagi waktumu dengan baik. Berusahalah. 



2. Bercita-cita jadi penulis hebat 



Facebook dapat mengalahkan Google, bukankah karena si pemilik Facebook dahulu bercita-cita kelak akan mengalahkan Facebook? Dari cita-cita besar itu, terwujudlah hal itu sekarang. Google terkalahkan. Bahkan Facebook telah jadi situs terbesar di dunia. 

Lalu bagaimana denganmu? Apa kamu salah satunya yang akan bercita-cita mengalahkan JK Rowlling si penulis Harry Potter? Atau, menyaingi Andrea Hirata, Kang Abik, Tere Liye, Ahmad Fuadi, atau Raditya Dika? Mulailah bercita-cita besar. Jangan hanya bercita-cita yang rendahan saja! Dunia ini terlalu indah untuk disia-siakan, begitu ucap kawanku sekolah dulu. 



3. Tekad untuk bisa 


Aku percaya kamu sudah punya cita-cita yang besar. Maka sekarang bertekadlah untuk bisa melakukannya! Belajarlah, tuntutlah ilmu dimanapun berada. Di KPP pun tersedia banyak ilmu tentang kepenulisan. Belajarlah di situ. Jangan menyerah. Jangan hanya pengin jadi penulis tapi tidak mau belajar. Itu sama saja bohong. Kang Abik, penulis Ayat-ayat cinta pernah berkata padaku, "Menulislah dengan sungguh-sungguh." Maka lewati dulu proses belajarnya, sebelum akhirnya jadi penulis yang hebat. Kalau menyerah di tengah jalan? Kamu bukanlah kamu kalau begitu! *terinspirasi iklan di TV 


4. Suka membaca 


Kita memahami hukum sunnatullah, bahwa kalau kita tidak suka membaca, tidaklah mungkin ada pembaca yang menyukai tulisan kita. Kita saja tak suka baca, bagaimana bisa membuat orang lain membaca? :) 


5. Diawali dari menulis jurnal harian 


Ini cerita salah satu anggota KPP. Ia suka menulis karena ia suka menuliskan kisah kesehariannya dalam sebuah jurnal. Jurnal harian, ketahuilah, ia sama saja dengan diary. Hanya kita kan sudah berkecimpung dalam dunia menulis. Maka jurnal harian adalah bahasa bagi kaum intelek. Sedangkan diary adalah bahasa umumnya. Begitu filosofinya, he he he. 


6. Menyenangi dan mencintai menulis 


Para ulama seumpama Imam Malik, Imam Ahmad, Imam Bukhori, dll, sebab begitu dahsyat kecintaannya pada ilmu hadits dan menulis, maka karya-karya mereka pun begitu luar biasa. Sungguh jika bukan karena cinta mereka pada menulis, kitab-kitab hadits yang tersebar di seluruh perpustakaan dan toko buku hari ini, mungkin tidak akan pernah ada. Cinta, mampu menembus ruang dan waktu. Menembus hati dan zaman. 


7. Tahu ilmu dasar kepenulisan 


Ini termasuk tema, diksi, amanah, setting, alur, sudut pandang, gaya bahasa, dll. Apabila kita sudah tahu ilmu tentang itu semua, insyaAllah untuk menulis pun akan jadi mudah. Di KPP, terdapat momen tersendiri juga untuk membahas hal tersebut. Terlalu panjang andaikan aku bahas satu per satu di sini. Maaf yah :( tapi kapan-kapan kita bisa membahasnya di forum KPP 


8. Berkecimpung dalam kegiatan belajar-mengajar 


Selain belajar tentang kepenulisan, sebaiknya kamu juga mengajarkan ilmumu itu. Ilmu bukan hanya untuk diri sendiri, kata guruku. 


9. Punya ambisi berbagi atau berdakwah yang besar 


Begini. Ia yang punya keinginan besar untuk memberikan sesuatu, akan berusaha penuh untuk memberi walaupun tidak punya. Maka di sinilah letak kuncinya. Mencari. Mencari ilmu untuk dibagikan, untuk dituliskan, untuk diberikan kepada pembaca. Ketika ia kehabisan, ia pun akan terus mencari ilmunya lagi dan lagi. 
Maka milikilah ambisi besar untuk berbagi! 



10. Memiliki komunitas penulis 


Gunanya adalah untuk menjaga semangatmu. Saat kamu kurang bersemangat, nanti akan ada kawan penulis yang setia mengembalikan semangatmu itu. Ini sangat penting. Yang kedua menjadi tempatmu berdiskusi. Ketika kamu bingung tenang tulisanmu, dengan berdiskusi dengan mereka, berharap masalah-masalahmu dalam menulis (seperti kurang ide) bisa terselesaikan. Ketika selesai tulisanmu pun, kamu bisa meminta mereka memberikan masukan dan penilaian akan tulisanmu itu. 


11. Memiliki figur idola 
Aku punya figur idola yang banyak. Seperti Salim A Fillah, Kang Abik, Andrea Hirata dan Syaikh Yusuf Al Qaradhawy. Aku ingin jadi seperti mereka, bahkan kalau bisa: lebih. Maka dengan mengingat atau melihat wajah mereka, aku meresa seperti ada dorongan untuk terus menulis. Sungguh mereka adalah inspirasi bagiku. 

Bagaimana dengan kamu? Siapa penulis idolamu? 



_________________
Oleh: Yuris Saputra 
Share This

No comments:

Post a Comment

Silakan beri kami masukan apapun. Saran, kritikan maupun nasihat Anda akan sangat berarti untuk perkembangan komunitas ini. Terimakasih.

Hubungu Kami

Contact Form

Name

Email *

Message *