Puisi untuk ayah

0 komentar














Semerbak tubuhnya
meresap terpancar di jiwa
Membungkus tubuh yang belia
Dari kerasnya tanah yang dipijak raga

Semangatnya tak pernah surut ataupun luluh
Senantiasa terus membara tak pernah terpecah
Ditanah kring yang tengah meleleh
Dalam langkah yang memgrogoti jiwa tanpa kasih

Namanya dikenang sepanjang masa
Menjadi angin dalam panasnya api yang membara
Menyejukan jiwa yang tengah mendamba
Dalam kisah hitup yang tengah diukir jiwa

Sepenggal kata bermakna tak terhingga
Berkata lembut halus melelehkan keangkuhan hati yg ada
Itulah engkau yg slalu didamba tiap jiwa
Itulah engkau yg slalu kami panggil ayah trcinta



Pengarang:

Ibnu Carles Edison, SMA IT Abu Bakar


Comments
0 Comments

Poskan Komentar

Silakan beri kami masukan apapun. Saran, kritikan maupun nasihat Anda akan sangat berarti untuk perkembangan komunitas ini. Terimakasih.