Thursday, January 10, 2013

Kunjungan Pertamaku di TBY

Cerpen ditulis oleh: Ade Rizki Mahardika ---
Member of KPP (Kmunitas Penulis Pelajar)

            
www.komunitaspenulispelajar.blogspot.com | klik

FB: Komunitas Penulis Pelajar | klik
Twitter: @kpp_menulis | klik
___________________________________________________________


        Pagi  yang cerah dan sedikit berawan. Aku terbangun dari tidur lelapku. Setelah selesai membantu membereskan rumah bersama ibu, bapak menyuruhku agar bergegas mandi. Tanpa menjawab, aku segera bergegas mandi. Selesai mandi, langsung saja aku bergegas ke ruang makan. Ternyata ibu sudah menyiapkan sarapan untuk kami.
        
         “Wah, sarapannya sudah siap ya bu?.” Sambut bapak sambil menata koran yang baru saja dibaca.

        “Iya pak, seperti biasanya saja ya. Bakmi sambal dan gorengan buatan Mbak Narti.” Ibuku menjawab dengan tersenyum.

        “Bagianku mana bu?” Tanpa basa-basi aku bertanya pada ibu dengan nada penuh semangat.

        “Ini nak bagianmu.” Jawab ibu sambil memberikan bakmi sambal kesukaanku.

        Kamipun menikmati sarapan sederhana namun penuh dengan rasa kebersamaan. Siang harinya bapak mengajakku melihat pameran di Taman Budaya Yogyakarta(TBY). Belum tergambar jelas dalam pikiranku, apa nanti yang akan aku temui.
Sesampainya di TBY, kami langsung disambut dengan lukisan pada sebuah kanvas super besar yang bertuliskan ”BIENNALE JOGJA X – 2009”. Setelah aku dan bapak turun dari sepeda motor dan membacanya kembali ternyata masih ada tulisan Aksara Jawa pada kanvas tersebut yang berbunyi “Seni Agawe Santosa”. Barulah aku tersadar bahwa yang akan kami lihat nanti adalah pameran seni.

        Memasuki ruang pameran utama, kami disambut beberapa crew yang memberikan buku panduan dan mempersilahkan untuk mengisi daftar hadir. Banyak benda-benda unik yang terbentang di setiap penjuru ruangan gedung. Aku sendiri sampai keheranan plus takjub. Benda-benda unik yang bernilai seni tersebut dibuat oleh perupa asli Jogja, seperti Edi Prabandono, Nasirun dan Ichwan Noor dan masih banyak lagi. Tentunya nama itu aku ketahui setelah membaca buku panduan. Mulai dari seni rupa, kriya dan lukis semuanya ada dalam wilayah TBY.

        Tidak terasa sudah 2 jam kami menghabiskan waktu di TBY. Hari Minggu 3 Januari 2009 ini, tidak akan aku lupakan karena hari ini merupakan kunjungan pertamaku di TBY bersama bapak. Sungguh sangat senang hati ini. Manfaatnyapun juga langsung terasa ketika aku melukis, ide-ide kreatif langsung muncul dari pikiran ini.

        Sambil tersenyum-senyum sendiri aku menuliskan kisahku ini pada sebuah kertas. Butuh waktu satu jam ternyata, untuk mengingat kisah kunjungan pertamaku di TBY bersama orang yang aku sanyangi dan banggakan yaitu bapak. Berbeda dengan sekarang aku datang ke TBY untuk memperdalam wawasan mengenai kepenulisan bersama kawan-kawanku di Komunitas Penulis Pelajar(KPP), yaitu Riski, Bayu, Langgeng, Kak Yuris dan masih banyak lagi. Terimakasih wahai bapak yang selalu mendidik dan mendo’akan puteramu ini. Ketika pulang nanti akan kuajak bapak ke TBY lagi, walaupun sedang tidak ada pameran.

________________________________________________________________________________
                                    Bantul, 7 Januari 2013
 
Share This

No comments:

Post a Comment

Silakan beri kami masukan apapun. Saran, kritikan maupun nasihat Anda akan sangat berarti untuk perkembangan komunitas ini. Terimakasih.

Hubungu Kami

Contact Form

Name

Email *

Message *