Thursday, January 10, 2013

Menjelajah Pulau Tersembunyi

Cerpen ditulis oleh: Nissa --- SMA 1 Yogyakarta
Member of KPP (Kmunitas Penulis Pelajar)
www.komunitaspenulispelajar.blogspot.com | klik
FB: Komunitas Penulis Pelajar | klik
Twitter: @kpp_menulis | klik
___________________________________________________________
sumber foto
         Menjelang sore hari saat matahari mulai tenggelam di ufuk Barat. Sekelompok anak remaja berusia 13-15 tahun, asyik bermain air di sebuah sungai kuno yang berdekatan dengan rumah mereka. Sungai itu letaknya agak tersembunyi di balik rimbunnya pepohonan. Anak remaja tersebut terdiri dari Maya, Miya, Ezra, Vino, dan Adit. Tak jauh dari sungai kuno tersebut, Ezra menemukan sebuah kapal tua yang dibuat pada abad 18 yang tertutup semak belukar. Tertulis pada bagian luar kapal “Lion-Venice” yang berarti “Singa-Venesia”.

         Kapal  itu mereka dorong bersama-sama kemudian mereka naiki satu-persatu. Saat setelah semuanya naik anehnya perahu itu tidak bergerak sama sekali. Kapal  itu justru terdiam ditempat seakan ada pegeremnya. Padahal di sungai itu terdapat arus yang memungkinkan untuk kapal itu berjalan. Setelah diteliti terdapat sebuah panduan bagaimana cara mengemudikannya yang terselip di dek kapal. Dalam panduan tersebut, tertulis bahwa harus ada kapten kapal yang pemberani, tangguh dan pantang menyerah hanya sang kapten sejati lah yang bisa mengemudikan kapal. Dan untuk anak buah harus memiliki rasa percaya kepada sang kapten. Cara mengemudikannya, sang kapten harus mengatakan kata-kata bijak yang diakhiri dengan kata MAJU dan kata terakhir harus dikatakan bersama-sama sebanyak orang yang menaikinya. Jika salah satu orang tersebut tidak mengatakan maka kapal tersebut tidak akan bereaksi. Setelah mengetahui caranya, mereka akhirnya memilih Adit sebagai kapten kapal yang diketahui memiliki sifat yang tertulis dibuku panduan.

         “ Jika kita mengarungi samudera luas maka, janganlah kita berbalik arah. Lakukan. Apapun yang terjadi kita akan-bersama-sama.” Sang kapten berucap.

         “MAJU” ucap mereka bersama.

         Sesuatu yang aneh terjadi di sungai itu, tiba-tiba kapal itu berputar berlawanan arah jarum jam dan kemudian hilang.

         Secercah cahaya masuk melalui semak-semak. Mereka memandang sekeliling, tak ada orang. Saat itu matahari berada tepat di ujung kepala. Ezra kaget saat melihat jam tangannya yang tiba-tiba mati. Mereka kemudian keluar dari semak-semak. Saat melihat sekitar, mereka saling berpandangan aneh.

         “Kita ada di mana ini?” Tanya Miya heran.

         “Entah, ada apa dengan semua ini?” Jawab Miya.

         “Semuanya berantakan.” Ucap Adit dengan nada geram.

         “Lihat itu di dinding.” Ezra menunjuk kearah tulisan.
Di dinding tertulis ‘SIAPA YANG MENYEBERANG KAN MENYELAMATKAN’. Apa maksud dari tulisan itu? Apa tulisan itu ditujukan untuk kita?

         Saat mereka berkeliling daerah tersebut, mereka menemukan papan bertuliskan Hidden Island-Pulau Tersembunyi, dan di belakangnya terselip sebuah jenis kertas yang sama seperti yang ada di kapal. Berisi kalimat aneh bersimbol-simbol dan anehnya tulisan tersebut bertinta emas dan bergambar sketsa orang. Berambut keriting memakai jas dan berdasi. Siapa orang ini? di samping foto seorang pria berjas tersebut terdapat sebuah gambar bangunan tua yang terbakar. Di bawah bangunan tersebut tergambar sebuah lorong yang menuju ruang bawah tanah. 

         Mreka akhirnya mencari jalan untuk menuju bangunan  tersebut sesuai dengan peta yang berada dikertas. Jalan menuju bangunan tua itu sangatlah jauh dan berliku-liku, melalui gang ke gang dan jalan setapak. Tibalah mereka di sebuah gerbang besar. Gerbang itu sudah terlihat tua karena karatan. Mereka mendorong gerbang dengan sekuat tenaga dan terlihatlah bangunan tua itu. Rupanya bangunan tersebut lebih besar dari gambar yang ada dikertas. Halamannya pun luas dengan rumput liar yang tak terawat. 

         Ketika akan memasuki bangunan itu Adit melihat ada hal aneh di rumah itu. Seperti fatamorgana aneh berbentuk patung manusia. Namun, ia menghiraukannya dan memilih berdiam seribu bahasa mengenai keanehan itu. Mereka akhirnya memasuki rumah itu, namun setelah semua masuk, bangunan itu tiba-tiba menghilang tak berbekas.

Share This

No comments:

Post a Comment

Silakan beri kami masukan apapun. Saran, kritikan maupun nasihat Anda akan sangat berarti untuk perkembangan komunitas ini. Terimakasih.

Hubungu Kami

Contact Form

Name

Email *

Message *